
Infoombbsiberindonesia com.
*Pangkalpinang* — Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Bangka Belitung menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) sekaligus simposium kesehatan pada Sabtu, 15 November 2025, di Grand Safran Pangkalpinang.
Acara yang berlangsung meriah dan sarat makna ini menjadi ruang penting bagi para tenaga medis untuk memperkuat jejaring, meningkatkan kompetensi, serta menentukan arah masa depan organisasi profesi dokter di Bangka Belitung.
Ketua Pelaksana Muswil, dr Liyah Giovanah Sp.P (K) Onk, dalam wawancaranya bersama Jejaring Media KBO Babel menjelaskan bahwa pelaksanaan simposium merupakan rangkaian resmi dari Muswil sekaligus bagian dari peringatan momentum besar dalam dunia kesehatan nasional.
“Simposium ini memang rangkaian acara dari Muswil IDI Wilayah Babel. Selain itu, kita juga memperingati HUT IDI ke-75 yang bertema *‘75 Tahun IDI Berkarya Membangun Kesehatan Bangsa’*. Ditambah lagi berdekatan dengan HKN ke-61 bertema *‘Generasi Sehat, Masa Depan Sehat’*,” urainya.
Dalam konteks tersebut, IDI Babel kemudian mengusung tema simposium *“Berkarya Membangun Generasi Bangka Belitung Sehat dan Hebat”*.
Tema ini, menurut dr Liyah, menggambarkan komitmen dokter-dokter di Babel untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan medis melalui pengembangan ilmu, teknologi, dan kolaborasi.
Simposium menghadirkan para narasumber nasional dari EMC Healthcare seperti dr Esther Devina Panjaitan, So.KN-TM, dan dr Anna Saputra, M.Biomed, Sp.Siap.BVE (K). Selain itu, hadir juga dr Yoza Firdaoz, SpOG (K) FER dari IDI Wilayah Babel yang membawakan materi terkait isu kesehatan reproduksi dan penguatan layanan ibu dan anak.
Para pemateri membawakan paparan yang memperkaya wawasan peserta, khususnya terkait perkembangan teknologi medis mutakhir seperti pemanfaatan PET CT — sebuah perangkat diagnostik canggih yang hingga kini belum tersedia di Bangka Belitung. “Informasi tentang PET CT ini penting. Ketika ada pasien yang membutuhkan, dokter-dokter di Bangka Belitung bisa merekomendasikannya ke EMC. Ini menambah wawasan dan pilihan rujukan terbaik bagi pasien,” jelas dr Liyah.
Ia menegaskan bahwa simposium bukan sekadar agenda ilmiah, tetapi juga wadah pembelajaran kolektif untuk memperkuat kompetensi dokter di Babel agar tetap adaptif terhadap kemajuan dunia medis.
“Simposium ini salah satu cara kita meng-upgrade ilmu sebagai dokter. Dunia kedokteran berkembang cepat, sehingga dokter perlu terus belajar,” tambahnya.
Namun di balik kemeriahan acara, Muswil IDI Babel tahun ini diwarnai suasana duka atas wafatnya Ketua IDI Wilayah Bangka Belitung, dr Adi Sucipto, Sp.B. Kepergian almarhum menyisakan kehilangan mendalam, namun tidak menghentikan pelaksanaan Muswil karena mandat telah diberikan sebelumnya.
“Sebelumnya kita memang sedang berduka. Ketua IDI kita, dr Adi Sucipto, telah berpulang. Tetapi beliau sudah memberikan mandat bahwa acara ini harus tetap berlangsung. Jadi walaupun kita dalam suasana berduka, kegiatan tetap berjalan,” ujar dr Liyah dengan nada haru.
Usai pelaksanaan simposium, rangkaian acara dilanjutkan dengan Musyawarah Wilayah untuk memilih Ketua IDI Wilayah Babel yang baru. Muswil ini menjadi momen krusial bagi organisasi untuk menentukan sosok pemimpin yang mampu melanjutkan visi almarhum dr Adi Sucipto, sekaligus menyusun strategi menghadapi tantangan dunia kesehatan ke depan.
“Kita berharap Muswil ini melahirkan pemimpin baru yang amanah, bijaksana, dan mampu membawa IDI Babel semakin maju. Tentu juga meneruskan cita-cita almarhum dr Adi Sucipto dalam memperkuat organisasi dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan,” ungkapnya.
Momentum Muswil 2025 menjadi simbol komitmen IDI Babel untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi masyarakat. Melalui penguatan kapasitas dokter, pemanfaatan teknologi, serta peneguhan peran organisasi, IDI Babel menegaskan tekadnya untuk membangun generasi Bangka Belitung yang lebih sehat, kuat, dan berdaya saing.
Dengan semangat kolaborasi dan profesionalisme, acara Muswil dan simposium ini diharapkan mampu memperkokoh pondasi pelayanan kesehatan di Bangka Belitung serta memperluas kontribusi nyata para dokter dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah kepulauan ini.
(Didi/Sandy Batman/KBO Babel)



