
Infoombbsiberindonesia com
Bangka — Modus penipuan dengan mengatasnamakan petugas dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kembali marak di Kabupaten Bangka.
Kali ini, seorang warga bernama Edi hampir menjadi korban setelah menerima panggilan WhatsApp dari dua nomor berbeda yang mengaku sebagai pegawai Disdukcapil Bangka. Jumat (14/11/2025).
Beruntung, kecurigaan muncul saat salah satu penelepon menyebutkan nama Kepala Dinas yang tidak sesuai dengan pejabat sebenarnya, sehingga aksi kejahatan ini berhasil terungkap sebelum warga dirugikan.
Tahap Pertama: Pelaku Mengaku Petugas Dukcapil dan Menggiring Korban
Kejadian bermula ketika Edi menerima panggilan WhatsApp dari nomor 0812-6432-0583.
Penelepon memperkenalkan diri sebagai:
“Roni Hidayat, petugas Dinas Dukcapil Kabupaten Bangka, Sungailiat.”
Pelaku kemudian mulai mengajukan sejumlah pertanyaan terkait identitas berdasarkan data KTP korban, seolah-olah melakukan verifikasi resmi.
Roni lalu menyampaikan bahwa:
KTP lama akan diperbarui menjadi KTP elektronik model terbaru,
dan warga diminta datang ke kantor Disdukcapil Bangka untuk proses aktivasi.
Pelaku juga memberikan daftar syarat yang harus dibawa warga, yaitu:
1. KTP asli,
2. Fotokopi Kartu Keluarga,
3. Handphone yang akan diinstall aplikasi e-KTP,
4. Barcode khusus yang mengklaim akan dikirim dari “Dukcapil pusat”.
Setelah itu, pelaku menegaskan bahwa akan ada petugas lain yang menelpon dalam 5 menit untuk mengirimkan barcode dan instruksi lanjutan.
Tahap Kedua: Nomor Lain Menghubungi, Tapi Kebohongan Mulai Terungkap
Tak lama kemudian, Edi menerima panggilan dari nomor 0838-2513-0770.
Penelepon kedua mengaku bernama:
“Wisnu Wardana, petugas Dukcapil Bangka.”
Awalnya, rangkaian percakapan terdengar meyakinkan. Namun kecurigaan mulai muncul ketika Wisnu menyebutkan bahwa:
“Kepala Dinas Dukcapil Bangka bernama Mayzi, S.Sos dan menjabat sejak 2020.”
Padahal, pejabat Kepala Dinas Dukcapil Bangka yang benar adalah Rahmad, bukan Mayzi.
Kesalahan fatal ini akhirnya membuat korban menyadari bahwa dirinya hampir menjadi sasaran penipuan yang berbahaya.
Setelah dikonfrontasi, pelaku langsung mengakhiri panggilan.
Modus Penipuan Menggunakan Data Kependudukan Kian Canggih
Modus seperti ini sangat berbahaya karena:
1. Pelaku berusaha menggiring korban datang ke lokasi atau menyerahkan data pribadi
Data yang diminta sangat sensitif dan bisa disalahgunakan, termasuk:
Nomor induk kependudukan (NIK)
Foto KTP
Kartu Keluarga
Pengaktivasi aplikasi tertentu
Barcode palsu yang bisa mengarahkan ke peretasan ponsel
2. Pelaku mengemas aksinya seolah-olah prosedur resmi
Penggunaan bahasa formal, nama pegawai palsu, dan skenario pembaruan KTP dapat dengan mudah menjebak masyarakat.
3. Modus ini berisiko pada penipuan identitas, pembobolan rekening, hingga pengambilalihan akun digital.
Imbauan Keras kepada Warga: Jangan Berikan Data Pribadi kepada Penelepon Tidak Resmi
Disdukcapil tidak pernah:
Menghubungi warga melalui nomor pribadi,
Meminta barcode,
Meminta instalasi aplikasi di luar aplikasi resmi pemerintah,
Mengarahkan warga ke proses pembaruan KTP melalui telepon.
Pembaruan data kependudukan selalu dilakukan langsung di kantor atau melalui layanan resmi Dukcapil, bukan melalui panggilan acak.
Pernyataan Sikap Redaksi
Kami mengimbau masyarakat Kabupaten Bangka dan seluruh wilayah Bangka Belitung untuk:
Tidak memberikan informasi pribadi,
Tidak mengirim foto dokumen,
Tidak menuruti permintaan transfer, barcode, atau instalasi aplikasi,
Mencatat dan melaporkan nomor penelepon ke pihak berwenang.
Kementerian Dalam Negeri melalui Ditjen Dukcapil juga berulangkali mengingatkan bahwa tidak ada pembaruan KTP melalui WhatsApp, dan semua layanan resmi menggunakan saluran pemerintah.
Jika Mendapat Panggilan Serupa
Segera lakukan:
1. Abaikan panggilan
2. Laporkan nomor telepon ke polisi/pihak terkait
3. Konfirmasi langsung ke kantor Disdukcapil
4. Beritahu kerabat agar tidak tertipu
Redaksi akan terus mengikuti perkembangan dugaan modus penipuan ini.
Jika dari pihak Disdukcapil Kabupaten Bangka atau aparat kepolisian memberikan klarifikasi resmi, berita akan diperbarui kembali.



