
Infoombbsiberindonesia com.
Mentok, Bangka Barat — BAZNAS Kabupaten Bangka Barat pada tahun 2025 mulai membangun empat unit Rumah Layak Huni (Rulahu) melalui program bantuan dari BAZNAS RI, masing-masing senilai Rp 25 juta per unit. Program ini menjadi capaian penting karena untuk pertama kalinya Bangka Barat berhasil lolos seleksi bantuan rumah dari BAZNAS pusat, sekaligus menandai meningkatnya kepercayaan nasional terhadap pengelolaan zakat di daerah.
Keempat unit Rulahu tersebut tersebar di Kecamatan Muntok, Kelurahan Menjelang dan Desa Belolaut, serta Kecamatan Kelapa, yakni Desa Pusuk dan Kelurahan Kelapa.
Ketua BAZNAS Bangka Barat, Drs. Lili Suhendara NATO, menilai capaian ini sebagai sinyal membaiknya citra pelayanan dan tata kelola zakat di Bangka Barat.
“Kepercayaan ini adalah amanah besar. Kita ingin menunjukkan bahwa Bangka Barat mampu mengelola bantuan pusat secara profesional, transparan, dan tepat sasaran. Ini bukan hanya soal membangun empat rumah, tetapi membangun kepercayaan yang jauh lebih besar,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa BAZNAS Bangka Barat dalam dua tahun terakhir memperbaiki kualitas administrasi, mekanisme verifikasi mustahiq, hingga layanan konsultasi masyarakat. Program Rulahu ini, menurutnya, akan menjadi salah satu program unggulan yang diperjuangkan tiap tahun.
“Jika daerah lain bisa mendapat puluhan unit, kita pun bisa. Kuncinya penghimpunan harus naik, integritas dijaga, dan pelayanan kepada umat harus semakin mudah,” tegasnya.
Proses pengajuan bantuan dimulai dari usulan pemerintah desa yang mengirimkan proposal calon mustahiq kepada BAZNAS Bangka Barat. Setelah itu, dilakukan survei serta verifikasi bersama Dinas Perhubungan Perumahan dan Permukiman (Dishubperkim) sebagai pendamping teknis.
Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Wasis Utama Edi, S.Pd, menyampaikan bahwa dana bantuan telah ditransfer BAZNAS pusat pada awal November 2025. Setelah dana diterima, tim BAZNAS langsung turun ke lokasi untuk melakukan fit mapping dan memberi arahan teknis.
“Semua rumah lama sudah dibongkar. Bahan material telah terkirim ke masing-masing lokasi. Proses pembangunan segera dimulai, dari pondasi, dinding, atap, hingga finishing,” jelasnya saat pengecekan lapangan.
Ia menegaskan bahwa program ini menjadi pembuktian bahwa Bangka Barat mampu menjalankan amanah nasional dengan cepat, akuntabel, dan terukur.
Kabid Perumahan/Kawasan Permukiman Dishubperkim Bangka Barat, Surya Mardiansyah, menyambut baik keterlibatan BAZNAS dalam membantu masyarakat memperoleh rumah layak huni. Ia menegaskan komitmen dinas untuk mendukung dari aspek teknis agar pembangunan berjalan sesuai standar.
“Kami siap menerjunkan staf, termasuk saudara Yuyu Sutanandika, S.T, selaku tenaga fungsional Dishubperkim, beserta tim untuk membantu penyusunan proposal terutama RAB dan spesifikasi bahan sesuai SOP. Kami juga mendampingi pengawasan pelaksanaan dan evaluasinya,” ujar Surya.
Ia menekankan bahwa pendampingan teknis sangat penting agar hasil pembangunan aman, sesuai standar kelayakan, dan dapat dipertanggungjawabkan dalam laporan BAZNAS kabupaten kepada BAZNAS pusat.
Surya juga mengingatkan bahwa pekerjaan rumah Bangka Barat masih sangat besar.
“Masih ada ratusan rumah tidak layak huni di Bangka Barat. Harapan kami, keterlibatan masyarakat termasuk BAZNAS dapat membantu mempercepat penyelesaian persoalan ini,” katanya.
Ketua BAZNAS Bangka Barat, Lili Suhendara, menambahkan bahwa kerja simultan antar divisi dan sinergi dengan Dishubperkim menjadi alasan mengapa implementasi program berjalan cepat. Namun ia menekankan bahwa peningkatan penghimpunan zakat tetap menjadi faktor penentu dalam memperbesar peluang bantuan pusat.
Penghimpunan zakat Bangka Barat kini belum menyentuh angka Rp 1 miliar per tahun, tetapi kepercayaan ASN dan masyarakat terus menunjukkan tren positif.
“Pertumbuhan penghimpunan berarti pertumbuhan kepercayaan. Dan itu akan berbanding lurus dengan peningkatan kuota bantuan dari pusat,” ujarnya.
Wasis menambahkan perbandingan daerah lain, seperti Kabupaten Bangka Tengah yang berhasil mendapatkan 30 unit Rulahu setelah menghimpun lebih dari Rp 7 miliar per tahun.
Di tengah situasi ekonomi yang belum stabil dan adanya pemangkasan anggaran pemerintah pusat, baik BAZNAS maupun Dishubperkim menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor harus diperkuat.
“Ketika anggaran pemerintah menurun, BAZNAS harus hadir sebagai solusi. Kita tidak boleh hanya menunggu, tapi harus bergerak menutup celah kebutuhan umat,” kata Lili.
Dengan dimulainya pembangunan empat unit Rulahu pada 2025 ini, Bangka Barat berharap dapat memperbaiki kondisi hunian mustahiq sekaligus membuktikan bahwa daerah tersebut mampu mengelola program nasional berskala strategis secara transparan, cepat, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Didi / KBO babel



