Jumat, April 3, 2026
No menu items!
Google search engine
BerandaNasionalFachriansyah Jadi Penggerak, Desa Wisata Bangka Barat Bergerak

Fachriansyah Jadi Penggerak, Desa Wisata Bangka Barat Bergerak

Infoombbsiberindonesia com.
Muntok, Bangka Barat — Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat, Fachriansyah, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa pembangunan desa wisata di daerahnya bukan proyek seremonial pemerintah, melainkan gerakan kolektif masyarakat yang tumbuh dari semangat gotong royong dan kemandirian warga.

Dalam wawancara di ruang kerjanya, Rabu (10/12/2025), Fachriansyah menyebut hingga akhir 2024 sudah terdapat 14 desa wisata aktif dari total 60 desa di Bangka Barat.
“Desa wisata tidak bisa dibangun dengan surat keputusan semata. Harus dibangun dengan hati dan waktu,” ujarnya menegaskan.

Menurut Fachriansyah, desa wisata adalah bentuk pemberdayaan masyarakat di mana warga menjadi pelaku utama pariwisata. Ia menyebut, konsep yang dikembangkan pemerintah daerah berangkat dari prinsip “dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat.”
“Kami membangun seperti perusahaan, tapi perusahaannya milik rakyat. Hasilnya harus kembali ke rakyat,” katanya.

Program pengembangan desa wisata kini mulai menunjukkan hasil di berbagai kecamatan. Warga di Tempilang, Parittiga, hingga Simpang Teritip mulai menata pantai, membangun homestay, serta mengembangkan produk lokal.

“Dulu pantai sepi, sekarang tiap akhir pekan ramai. Dinas bukan cuma kasih arahan, tapi ikut turun langsung,” ujar Rizal, anggota Pokdarwis Desa Air Lintang.

Di Desa Pelangas, kelompok ibu-ibu berhasil meningkatkan produksi keripik talas berkat pelatihan dari dinas.
“Dulu cuma laku 10 bungkus, sekarang bisa 50. Dinas bantu kami soal kemasan dan promosi online,” ungkap Yuniarti, pelaku UMKM setempat.

Fachriansyah menjelaskan, keberhasilan desa wisata tidak hanya bergantung pada keindahan alam, tetapi juga pada sumber daya manusia (SDM) dan akses infrastruktur.
Karena itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menerapkan prinsip 3A: Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas.

“Pantai boleh indah, tapi kalau jalan rusak, wisatawan enggan datang. Karena itu kami kolaborasi lintas dinas agar pembangunan berjalan seimbang,” jelasnya.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas SDM dilakukan melalui pelatihan digital marketing, manajemen homestay, dan pelayanan wisata (hospitality) bagi kelompok sadar wisata (Pokdarwis).
“Sekarang semua serba digital. Pokdarwis harus bisa bersaing di media sosial,” tegasnya.

Fachriansyah dikenal sebagai pejabat yang tidak hanya bekerja di balik meja. Ia kerap turun langsung ke lapangan untuk berdialog dengan warga.
“Beliau sering datang tanpa pemberitahuan. Duduk bareng kami di warung kopi, tanya apa yang kami butuh. Itu yang bikin kami semangat,” tutur Darmawan, anggota Pokdarwis Desa Air Bulin.

Pendekatan ini menumbuhkan kepercayaan masyarakat, terutama kalangan muda.
“Sekarang kami tidak malu tinggal di kampung. Kami bisa jadi pemandu, fotografer, dan pelaku wisata lokal,” kata Randi, pemuda Desa Air Bulin.

Untuk memperkuat keberlanjutan desa wisata, Fachriansyah menyiapkan tiga strategi utama, yakni:

Pelatihan digital dan manajemen bagi Pokdarwis.

Pengembangan atraksi berbasis alam dan budaya lokal.

Kolaborasi dengan perguruan tinggi, komunitas kreatif, dan dunia usaha.

Langkah ini, menurutnya, menjadi pondasi pariwisata berkelanjutan dan ekonomi hijau di Bangka Barat.
“Kalau orang datang, makan di warung warga, menginap di homestay, beli oleh-oleh itu artinya ekonomi masyarakat bergerak. Kalau ekonomi warga bergerak, berarti wisata berhasil,” tegasnya.

Kepemimpinan Fachriansyah dinilai membawa warna baru bagi pembangunan pariwisata Bangka Barat. Ia mengubah cara pandang birokrasi menjadi lebih partisipatif dan humanis.
“Kalau pariwisata membawa manfaat nyata bagi masyarakat, maka tugas kami sudah benar,” ujarnya menutup wawancara.

Kini, nama Fachriansyah tidak hanya identik dengan jabatan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, tetapi juga simbol kebangkitan desa wisata pemimpin yang menanam asa di tanah sendiri, membangkitkan pariwisata dari hati, untuk rakyat dan bersama rakyat.

Sumber Data dan Referensi

Wawancara langsung dengan Fachriansyah, S.IP., M.Si., Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisataan Bangka Barat (Rabu, 10 Desember 2025).

Data Resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Barat, 2024–2025.

disbudpar.bangkabaratkab.go.id

Community-Based Tourism – IPB Journal (2023).

CBT dan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan – UPI Repository (2022).

Didi/ Belva /KBO babel

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments