Kamis, April 2, 2026
No menu items!
Google search engine
BerandaNasional*Siapa Bekingi? Aktivitas PIP Selam Ilegal di Bangka Barat Makin Tak Terkendali*

*Siapa Bekingi? Aktivitas PIP Selam Ilegal di Bangka Barat Makin Tak Terkendali*

Infoombbsiberindonesia com
*MENTOK, BANGKA BARAT* – Aktivitas tambang timah ilegal menggunakan Ponton Isap Produksi (PIP) jenis selam di perairan Keranggan–Tembelok kian menunjukkan wajah aslinya: masif, terang-terangan, dan seolah kebal hukum. Di tengah deru mesin yang nyaris tak pernah berhenti, masyarakat hanya menjadi penonton—bahkan korban—tanpa perlindungan, tanpa kompensasi, dan tanpa kepastian keselamatan. Kamis (2/4/2026)

Informasi yang dihimpun di lapangan mengungkap, praktik penambangan ilegal ini terus berlangsung siang dan malam. Tidak lagi sembunyi-sembunyi, aktivitas tersebut justru semakin terbuka, memperlihatkan lemahnya efek jera dari penindakan yang selama ini dilakukan.

Seorang warga setempat berinisial Fan menuturkan, kebisingan mesin ponton telah menjadi “suara latar” yang tak pernah hilang dari kehidupan mereka. Ironisnya, dampak yang ditanggung warga tidak pernah diimbangi dengan tanggung jawab apa pun dari para pelaku.

> “Mereka kerja siang malam, Pak. Dekat sekali dengan permukiman. Tapi tidak ada kompensasi apa pun untuk kami yang terdampak,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius: apakah negara benar-benar hadir di tengah aktivitas ilegal yang terang-benderang ini?

### Razia Tanpa Efek, Hukum Kehilangan Wibawa

Upaya penertiban oleh aparat penegak hukum sejatinya bukan tanpa tindakan. Razia telah berulang kali dilakukan. Namun, fakta di lapangan justru memperlihatkan pola yang sama: ditindak hari ini, kembali beroperasi esok hari.

Fenomena ini menandakan satu hal yang lebih mengkhawatirkan—bahwa hukum tidak lagi memiliki daya gentar di hadapan para pelaku tambang ilegal.

> “Sudah sering dirazia, tapi tetap saja mereka kerja lagi. Seolah hukum ini tidak dianggap,” kata Fan.

Ketika penegakan hukum hanya berhenti pada rutinitas razia tanpa keberlanjutan, maka yang terjadi bukanlah penertiban, melainkan pembiaran yang terselubung.

### Nyawa Jadi Taruhan, Tanggung Jawab Menguap

Di balik aktivitas tambang ilegal tersebut, ada risiko yang jauh lebih besar dari sekadar kerusakan lingkungan: nyawa manusia. PIP jenis selam dikenal minim standar keselamatan, bahkan cenderung mengabaikan prosedur dasar kerja di bawah laut.

Beberapa bulan lalu, insiden tragis terjadi. Seorang pekerja dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kram saat menyelam di kedalaman. Peristiwa itu menjadi bukti nyata bahwa aktivitas ini bukan hanya ilegal, tetapi juga mematikan.

Namun, hingga kini, tidak ada kejelasan soal pertanggungjawaban. Tidak ada jaminan keselamatan. Tidak ada perlindungan bagi para pekerja yang setiap hari mempertaruhkan nyawa.

> “Kalau ada yang meninggal, siapa yang tanggung jawab? Ini cuma memperkaya oknum di belakang layar,” tegas Fan.

Pernyataan ini mengarah pada dugaan adanya aktor-aktor yang bermain di balik layar—mereka yang menikmati keuntungan besar, tanpa pernah tersentuh risiko maupun jerat hukum.

### Negara Diuji, Aparat Ditantang

Kondisi di Keranggan–Tembelok kini bukan lagi sekadar persoalan tambang ilegal. Ini adalah ujian nyata bagi wibawa negara dan integritas penegakan hukum.

Masyarakat mendesak agar aparat tidak lagi berhenti pada imbauan atau razia sesaat. Penindakan harus tegas, menyeluruh, dan berkelanjutan—menyasar hingga ke akar, termasuk pihak-pihak yang diduga menjadi pengendali di balik aktivitas ini.

Harapan itu kini ditujukan kepada:

* Polda Kepulauan Bangka Belitung
* Polres Bangka Barat
* Polsek Mentok

Jika tidak ada langkah konkret yang lebih keras, maka bukan tidak mungkin wilayah perairan ini akan sepenuhnya dikuasai oleh praktik ilegal yang semakin liar.

Pada akhirnya, yang dipertaruhkan bukan hanya ekosistem laut, tetapi juga kepercayaan publik terhadap hukum. Dan ketika kepercayaan itu runtuh, maka yang tersisa hanyalah kekacauan yang dilegalkan oleh pembiaran.

(KBO Babel/Didi)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments