Senin, Mei 18, 2026
No menu items!
Google search engine
BerandaNasionalKorban Hilang di Tambak Udang Desa Tanjung Niur, Publik Soroti Standar K3...

Korban Hilang di Tambak Udang Desa Tanjung Niur, Publik Soroti Standar K3 PT FPI

Infoombbsiberindonesia.com.
TANJUNG NIUR, BANGKA BARAT— Aktivitas pemasangan pipa tambak udang di perairan Desa Tanjung Niur, Kecamatan Tempilang, Kabupaten Bangka Barat, berujung musibah. Seorang pekerja bernama Badrun Supriadi (43), warga Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, dilaporkan hilang setelah terseret arus laut saat hendak kembali ke daratan, Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 15.27 WIB.

Korban diketahui bekerja dalam proyek pemasangan pipa tambak udang milik PT FPI. Setelah pekerjaan selesai dilakukan, korban bersama sejumlah pekerja lain berupaya kembali menuju daratan. Namun kondisi laut yang berubah mendadak menyebabkan situasi menjadi tidak terkendali.

Arus laut yang semula terlihat normal tiba-tiba menguat. Korban disebut terlepas dari alat pengaman sebelum akhirnya hanyut terbawa arus.

Hingga Senin (18/5/2026), personel Polsek Tempilang bersama warga masih melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.

Romi, warga Desa Tanjung Niur yang berada di sekitar lokasi, mengatakan perubahan arus terjadi sangat cepat sehingga membuat para pekerja panik.

“Arusnya tiba-tiba kencang sekali. Teman-temannya langsung panik dan berusaha mencari korban, tapi sampai Minggu malam tadi belum ditemukan,” kata Romi.

Menurut dia, rekan-rekan korban segera meminta bantuan kepada warga dan aparat setempat setelah korban hilang dari pandangan.

“Melihat kejadian tersebut, teman-teman kerjanya tadi berupaya meminta pertolongan untuk mencari Pak Badrun Supriadi,” ujarnya.

Warga setempat ikut membantu proses pencarian dengan menyisir area pesisir dan memantau perkembangan di sekitar lokasi kejadian.

“Kami berharap korban cepat ditemukan. Warga di sini juga ikut memantau perkembangan dan membantu pencarian,” kata Romi.

Peristiwa ini menjadi pengingat tentang tingginya risiko pekerjaan di wilayah perairan dan pesisir. Aktivitas kerja di laut sangat dipengaruhi kondisi alam yang dapat berubah sewaktu-waktu, termasuk arus, gelombang dan cuaca.

Dalam situasi seperti itu, penerapan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan.

Penggunaan alat pelindung diri, pemeriksaan kondisi cuaca dan arus sebelum bekerja, sistem pengawasan lapangan, serta kesiapan prosedur evakuasi darurat merupakan bagian mendasar dalam pekerjaan berisiko tinggi di wilayah laut.

Keselamatan kerja tidak hanya menyangkut kepatuhan terhadap aturan perusahaan, tetapi juga menyangkut perlindungan terhadap nyawa pekerja.

Kecelakaan di sektor perairan umumnya memiliki tingkat risiko fatal lebih tinggi dibanding pekerjaan di darat karena proses penyelamatan sangat dipengaruhi kondisi alam dan keterbatasan akses.

Karena itu, perusahaan yang menjalankan aktivitas operasional di kawasan pesisir dituntut memiliki mitigasi risiko yang kuat dan disiplin penerapan K3 yang konsisten.

Di tengah proses pencarian yang masih berlangsung, keluarga korban kini berada dalam situasi penuh kecemasan. Korban diketahui datang dari Sumatera Selatan untuk bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Bagi masyarakat pesisir Tanjung Niur, peristiwa ini bukan sekadar kecelakaan kerja biasa, tetapi tragedi kemanusiaan yang memperlihatkan beratnya risiko yang dihadapi pekerja di laut.

Laut memang menjadi sumber penghidupan bagi banyak orang, tetapi tanpa perlindungan keselamatan yang memadai, laut juga dapat berubah menjadi ruang kehilangan.

Musibah yang menimpa Badrun Supriadi menjadi pengingat bahwa di balik setiap proyek industri pesisir, terdapat pekerja yang mempertaruhkan keselamatan demi mencari nafkah.

Karena itu, keselamatan kerja semestinya tidak hanya dipahami sebagai prosedur administratif, melainkan tanggung jawab utama untuk memastikan setiap pekerja dapat kembali pulang dengan selamat kepada keluarganya.

Didi/Belva kBO babel

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments