*Infoombbsiberindonesia.com jakarta,Senin,19 Oktober 2026 -* Suara keras datang dari meja advokat senior nasional! Pengacara kondang *Erles Rareral, S.H., M.H.* dengan tegas mendesak Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kajati NTT) untuk tidak ragu-ragu dan tidak pandang bulu dalam memberantas tindak pidana korupsi di Bumi Flobamorata.
Menurut Erles Rareral, yang dikenal sebagai pengacara yang vokal dan tidak kenal takut, NTT saat ini sedang dalam kondisi darurat korupsi. Banyak proyek infrastruktur, dana desa, hingga anggaran pendidikan dan kesehatan yang diduga kuat menjadi lahan empuk bagi para koruptor berdasi.
*”Saya minta Kajati NTT yang baru untuk menunjukkan taringnya! Jangan hanya tajam ke bawah, tumpul ke atas! Koruptor itu penjahat luar biasa, harus dibasmi! Jangan ada kompromi!”* tegas Erles Rareral dalam keterangan persnya, senin (19/10/2026).
Erles Rareral menyoroti bahwa kepercayaan publik kepada penegak hukum sedang diuji. Masyarakat NTT sudah muak dengan praktek-praktek korupsi yang membuat NTT tetap menjadi provinsi termiskin, padahal anggaran triliunan rupiah mengalir setiap tahun dari pusat.
*3 TUNTUTAN TEGAS ERLES RARERAL UNTUK KAJATI NTT:*
1. *SITA DAN SIKAT:* Segera sita aset para tersangka koruptor, jangan kasih ruang mereka menikmati hasil rampokan uang rakyat.
2. *TANGKAP OTAK PELAKUNYA:* Jangan hanya tangkap kroco-kroconya, tangkap aktor intelektual di balik layar, siapapun dia, pejabat tinggi sekalipun!
3. *TRANSPARANSI TOTAL:* Umumkan setiap perkembangan kasus korupsi ke publik, agar masyarakat tahu Kejati NTT benar-benar bekerja, bukan masuk angin.
*”Kajati NTT harus jadi pahlawan bagi rakyat NTT! Kalau ada bukti kuat, langsung tetapkan tersangka, langsung tahan! Jangan kasih kendor! Hukum itu panglima tertinggi, bukan alat untuk tawar-menawar!”* pungkas pengacara berdarah Timur yang dikenal dekat dengan rakyat kecil ini.
Erles Rareral juga mengingatkan agar Kejati NTT bersinergi dengan KPK, BPK, dan elemen masyarakat sipil untuk mengawal setiap kasus korupsi hingga tuntas di meja hijau.
Publik kini menunggu aksi nyata dari Kajati NTT. Apakah desakan keras dari pengacara kondang ini akan dijawab dengan gebrakan pemberantasan korupsi?
(BA)




