Rabu, April 29, 2026
No menu items!
Google search engine
BerandaNasionalMTQH XIV Babel 2025 di Bangka Barat Jadi Bukti Kebangkitan Generasi Qur’ani...

MTQH XIV Babel 2025 di Bangka Barat Jadi Bukti Kebangkitan Generasi Qur’ani dari Rumah-Rumah Sederhana.

Infoombbsiberindonesia com.
Mentok, Bangka Barat — Gelaran Hifzhil Qur’an dalam MTQH XIV Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang berlangsung di Gedung Batu Rakit, Sabtu (8/11/2025), memperlihatkan munculnya gelombang santri muda penghafal Al-Qur’an yang tumbuh bukan dari lembaga formal besar, tapi dari rumah-rumah warga biasa. Hafalan yang rapi, suara tartil yang jernih, dan ketenangan bacaan anak-anak menjadi gambaran tren kebangkitan nilai baca Qur’an di tengah masyarakat akar-rumput Babel.

MTQH XIV Babel 2025 yang berlangsung 7–12 November mempertandingkan dua nomor: Hifzhil Al-Qur’an kategori satu juz hingga kategori lanjutan, serta Tartil Al-Qur’an. “Kalau mereka sudah cinta Al-Qur’an, mereka sudah menghafal Al-Qur’an, insya Allah generasi kita ke depan akan cemerlang,” kata Muhammad Yasir Mustafa, narasumber sekaligus pembina peserta.

Pengamatan reporter di lokasi menemukan pola yang seragam: beberapa jam sebelum tampil, orang tua peserta menunggu di lorong samping gedung dengan mushaf di tangan sebagian memejam mata sambil melangitkan doa, sebagian mengusap punggung anaknya, dan sebagian merunduk menahan haru. Air mata kecil yang muncul bukan tanda takut kalah, melainkan kebanggaan bahwa anak-anak mereka sedang menapaki jalan ayat.

Dari penelusuran di antara peserta, mayoritas tidak memulai hafalan untuk lomba ini. Mereka menghafal subuh buta, ketika ayam kampung belum memecah sunyi. Mereka menghafal sambil menempuh sekolah negeri biasa, bukan pesantren besar.

“Niatnya bukan untuk juara, tapi untuk diapalkan. Al-Qur’an ini obat. Obat galau, obat masalah,” jelas Yasir sambil menyinggung kisah Abu Bakar di Gua Sur bahwa ayat pernah menjadi penawar kecemasan sejarah umat.

Yasir menyebutkan Babel sudah punya nama nasional dalam cabang Fahmil Qur’an, dan harus menjaga konsistensi itu di Hifzhil Qur’an: “Mudah-mudahan nanti Hifzhil Qur’an akan ada lagi nama dari Babel.”

Artinya, event lima hari ini bukan poster seremonial musiman, tapi strategi pembentukan identitas provinsi: Babel menjadikan hafalan Qur’an sebagai pilar kultur baru yang ingin disodorkan ke panggung nasional.

Di balik podium dengan ornamen masjid dan bunga hidup, terdapat metafora halus bahwa hafalan Qur’an adalah taman yang tumbuh dalam dada manusia. Panggung ini berubah seperti mihrab yang diturunkan ke bumi, ruang yang memancarkan keteduhan spiritual yang tidak bisa disintesis dengan gimmick panggung.

MTQH XIV Babel 2025 menjadi bukti bahwa generasi Qur’ani itu sedang bangkit, pelan, sunyi, tetapi pasti.

Jika bangsa ini ingin kembali kepada cahaya, ia harus kembali ke ayat.
Dan suara tartil anak-anak di MTQH ini, adalah suara masa depan itu sendiri

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments