
Infoombbsiberindonesia.com
BANGKA, – Perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Ditjen EBTKE) melakukan kunjungan kerja ke lokasi pengoperasian mesin pirolisis milik Koperasi Energi Terbarukan Indonesia (Kopetindo) guna pengambilan dan pengujian sampel Bahan Bakar Minyak Terbarukan (BBMT) di Desa Air Duren, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (9/6/2026).
Adapun rombongan tersebut yaitu Subkoordinator Tehnik Energi Baru (M. Taufiqurahman Aldi, S.T), Surveyor Pemetaan Ahli Muda (Ikrar Adilla, S.T), Penata Layanan Operasional (Ridho Suharnando, S.T), dan Tenaga Terampil (Dimas Bagus Pratama) seizin Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Prof. DR. Eng. Eniya Listiani Dewi, B.Eng., M.Eng., IPU.
Subkoordinator Tehnik Energi Baru Ditjen EBTKE Kementerian ESDM M. Taufiqurahman Aldi, S.T ketika diwawancara media terkait kunjungan kerja ke mesin pengelolaan sampah menjadi solar (Pirolisis) milik Kopetindo Bangka mengatakan berawal dari penugasan awal menghadapi tantangan fluktuasi harga minyak dunia yang terus melambung tinggi, Pemerintah Indonesia kian serius mengalihkan fokus pada pengembangan energi alternatif. Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk menekan angka impor minyak bumi dari luar negeri dan menanggulanginya secara cepat.
Sejalan dengan arahan Menteri dan Wakil Menteri Energi ESDM beserta jajaran pimpinan tinggi, pemerintah berkomitmen untuk merespons cepat aspirasi serta kebutuhan para investor skala kecil dan menengah (UMKM).
“Respons ini diwujudkan melalui pengembangan unit usaha baru yang berfokus pada penyediaan bahan bakar baru terbarukan,” ujarnya.
Memetakan Potensi Energi Alternatif
Taufik menerangkan, dalam upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil impor, pemerintah memetakan beberapa opsi energi alternatif yang potensial yaitu :
1. Biomassa dan Varian Bio: Pengembangan energi berbasis bahan alam seperti biomassa, biosolar, dan berbagai produk turunan hayati lainnya.
2. Energi Baru: Sektor ini difokuskan pada dua komoditas utama yang telah dipetakan, yaitu hidrogen dan Bahan Bakar Minyak Alternatif (BBMT).
“Teknologi pirolisis yang sedang dikunjungi di Bangka ini menjadi salah satu pilar dalam pengembangan BBMT tersebut. Mengingat plastik pada dasarnya merupakan produk turunan dari minyak bumi, proses pirolisis pada sampah plastik mampu mengolahnya kembali menjadi minyak bumi. Secara karakteristik, hasil olahan dari pirolisis ini dinilai paling cocok untuk dikembangkan menjadi bahan bakar jenis solar,” terangnya.
Menguji Potensi di Laboratorium Pemerintah
Guna memastikan meluasnya implementasi kebijakan ini, Taufik mengatakan sampel bahan bakar hasil pirolisis yang telah dikumpulkan akan dibawa untuk diuji di laboratorium milik pemerintah, yaitu LEMIGAS dan BBSP.
Melalui pengujian ini, pemerintah dapat menghitung nilai rata-rata dari hasil produksi badan usaha yang ada di lapangan.
“Pengujian laboratorium akan menentukan formulasi kebijakan yang paling tepat serta melihat kecocokan rentang (range) hasil produksi apakah lebih condong menjadi solar, minyak tanah, atau jenis bahan bakar lainnya,” jelasnya.
Mewujudkan Mimpi Ketahanan Energi Nasional
Menurut Taufik, saat ini pemerintah masih terus mengkaji ekosistem dan regulasi yang paling adaptif agar BBMT dapat diintegrasikan dengan baik ke dalam sistem energi nasional.
Harapan besar dari pengembangan teknologi pirolisis dan BBMT ini adalah menciptakan sektor energi alternatif yang mandiri dan mampu mendukung devisa negara.
“Pada akhirnya, langkah ini diharapkan dapat mewujudkan salah satu visi besar Presiden Republik Indonesia, yaitu ketahanan energi nasional. Dengan kemampuan memproduksi bahan bakar sendiri, Indonesia perlahan dapat melepaskan diri dari ketergantungan yang terlalu besar terhadap negara lain,” harapnya.
Tanggapan Kopetindo
Sementara itu, Ketua Kopetindo Ir. Widi Pancono menyambut baik kedatangan rombongan Ditjen EBTKE Kementerian ESDM ke ke mesin pirosis milik Kopetindo di Bangka. Ia mengatakan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari himbauan Menteri Lingkungan Hidup (LH) untuk mengolah sampah plastik menjadi energi.
“Kopetindo dipilih karena menggunakan teknologi pirolisis yang sejalan dengan himbauan tersebut,” ujarnya.
Widi menuturkan, Kementerian ESDM melalui Direktorat Energi Baru di bawah Ditjen EBTKE, sedang mempersiapkan regulasi terkait perizinan usaha untuk bahan bakar minyak terbarukan ini.
“Setelah melakukan beberapa kali rapat, saat ini sedang dilakukan uji coba berupa pengambilan sampel di pabrik kita,” tuturnya.
Ia menambahkan jika hasil uji coba ini dinilai baik, maka regulasi baru akan diterbitkan untuk mengatur kegiatan operasional dan legalitas bahan bakar minyak terbarukan tersebut.
“Intinya pemerintah mau menyusun regulasi untuk usaha Bahan Bakar Minyak Terbarukan (BBMT) ini agar pengusaha mau untuk terjun di bisnis ini, dan Kopetindo sebagai salah satu produsen yang sudah berhasil memanfaatkan solar hasil pengolahan sampah plastik sehingga menjadi salah satu perusahaan yang diambil sampel solarnya untuk diuji Lemigas,” pungkasnya.
(Didi/Revandi Kartono/KBO Babel)



