Infoombbsiberindonesia.com–BENGKULU – Wajah Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bengkulu kini tampil beda. Tidak lagi identik dengan kesan kaku, korps penegak peraturan daerah (Perda) ini justru hadir sebagai penolong dan sahabat bagi masyarakat. Hal ini dibuktikan langsung oleh Kepala Satpol PP Kota Bengkulu, Dr. Sahat Marulitua Situmorang, saat turun langsung menemui para peternak kerbau di kawasan Padangan, Kelurahan Sumber Jaya, Jumat sore (25/9/2026).
Didampingi Sekretaris Satpol PP Fahriandi serta tim inovasi Prabawa (Praja Wibawa Pembina Warga), kunjungan ini menjadi momen penting dialog dua arah yang menyentuh akar rumput. Di sana, Satpol PP membaur bersama warga Kelurahan Kandang pemilik ternak yang tengah mengikuti pemeriksaan kesehatan hewan oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bengkulu.
Komitmen Penegakan Perda yang Humanis: Semangat Palugada
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Sahat memaparkan paradigma baru Satpol PP Kota Bengkulu yang mengedepankan pendekatan komunikatif dan solutif. Ia memperkenalkan Prabawa, sebuah terobosan penugasan yang membawa semangat Palugada (Kapan dan Apa yang Warga Perlukan, Prabawa Satpol PP Selalu Ada).
“Kami hadir bukan untuk menakut-nakuti, melainkan menjadi penolong. Satpol PP ingin mendengarkan langsung kesulitan para peternak. Melalui komunikasi yang baik, kita bisa bersama-sama menjaga ketertiban umum tanpa mematikan mata pencaharian warga,” ujar Sahat di hadapan para peternak.
Sahat juga menekankan pentingnya keberadaan usaha peternakan kerbau ini karena menjadi lumbung protein daging terbesar di Kota Bengkulu yang wajib dilindungi dan didukung oleh pemerintah. Namun di sisi lain, ia juga mengimbau peternak untuk tetap berkomitmen menjaga hewan ternaknya agar tidak liar ke pemukiman dan jalan raya demi keselamatan bersama.
Populasi Kerbau Anjlok Drastis, Peternak Sampaikan Keluh Kesah
Kunjungan ini juga menyingkap fakta yang cukup memprihatinkan terkait kondisi peternakan di lapangan. Kabid Kesehatan Hewan DKPP Kota Bengkulu, Drh. Henny, yang turut hadir bersama Sekretaris DKPP Bahrizal, memaparkan data mengejutkan.
Hanya dalam kurun waktu dua tahun,
populasi kerbau di kawasan tersebut anjlok drastis dari 700 ekor pada tahun 2024 menjadi hanya tersisa 400 ekor saat ini. Penurunan tajam ini disebabkan oleh serangan penyakit serta adanya tindakan tidak bertanggung jawab dari oknum manusia yang kerap melukai hewan ternak
.
Mendengar hal itu, para peternak menyambut baik kehadiran rombongan dan langsung menumpahkan keluh kesah mereka. Selain masalah keamanan ternak, persoalan utama yang mereka hadapi adalah menyempitnya lahan gembala (padangan) akibat benturan dengan berbagai program ketahanan pangan baru di wilayah tersebut.
Akibat ruang gerak yang terbatas dan minimnya pasokan pakan alami, pertumbuhan kerbau menjadi terhambat dan lambat besar.
Menuju Solusi Bersama
Merespons jeritan para peternak, Satpol PP Kota Bengkulu berkomitmen untuk memfasilitasi komunikasi dan menjembatani para peternak dengan pemangku kepentingan terkait. Harapannya, ada titik temu kebijakan yang adil agar program ketahanan pangan pemerintah dan keberlangsungan hidup peternak kerbau bisa berjalan beriringan (seimbang).
Para peternak pun menegaskan, jika pemerintah daerah mampu memfasilitasi ketersediaan lahan gembala yang layak dan aman, mereka siap bertanggung jawab penuh untuk memastikan hewan ternaknya tidak lepas liar ke area pemukiman warga atau jalan raya di Kelurahan Sumber Jaya dan Kandang yang dapat mengganggu ketertiban umum.
Rilis berita ini memperlihatkan sinergi nyata bahwa ketertiban kota tidak melulu soal penertiban, melainkan tentang duduk bersama mencari solusi terbaik demi kesejahteraan warga Kota Bengkulu. (Rilis/Red)




