Infoombbsiberindonesia.com-KEPAHIANG – Ketua Umum Organisasi Masyarakat Bersatu Bangsa (OMBB) Majelis Pimpinan Nasional, M. Diamin, angkat bicara dan menaruh perhatian serius terhadap kasus dugaan keracunan massal yang menimpa siswa, guru, hingga penjaga sekolah di SD Negeri 18 Kepahiang. Kasus ini mencuat setelah hasil uji laboratorium BPOM Bengkulu mendeteksi adanya bakteri Staphylococcus aureus baik pada sampel pangan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) maupun pada muntahan para korban.
M. Diamin menegaskan bahwa dampak dari peristiwa ini tidak boleh dipandang sebelah mata karena menyangkut keselamatan nyawa generasi bangsa. Oleh karena itu, ia mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan penyelidikan yang mendalam, menyeluruh, dan transparan atas insiden tersebut.
“Kami meminta pihak APH untuk menyelidiki kasus ini dengan sebaik-baiknya. Harus dicari tahu secara pasti di mana titik lemah penyajiannya. Apabila dalam proses penyelidikan nanti ditemukan adanya indikasi kesengajaan atau kelalaian berat yang disengaja (dolus), maka pihak penyedia makanan harus bertanggung jawab penuh di hadapan hukum,” ujar M. Diamin dengan tegas.
Menurutnya, program Pangan Bergizi Gratis adalah program nasional yang sangat mulia demi meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah. Standar higienitas dan pengawasan kualitas makanan seharusnya menjadi prioritas utama pihak penyedia. Keberadaan kontaminasi bakteri berbahaya seperti Staphylococcus aureus yang memicu gejala klinis hebat seperti muntah, pusing, hingga sesak napas, menunjukkan adanya evaluasi besar yang harus dilakukan dalam rantai pasok pangan tersebut.
OMBB Majelis Pimpinan Nasional akan terus mengawal jalannya pemeriksaan oleh pihak kepolisian dan dinas terkait guna memastikan hak-hak para korban terpenuhi dan mencegah kejadian serupa terulang kembali di kemudian hari.




