*infoombbsiberindonesia.com Jakarta – Medan* – Drama OTT proyek jalan Sumut yang mandek sejak Juni 2025 akhirnya meledak. Tujuh pejabat di lingkungan Pemprov Sumut dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumut resmi mengenakan rompi orange usai ditahan KPK pada Kamis malam 22 Oktober 2026.
Ketujuh orang yang ditahan: Stanley Cicero Haggard Tuapattinaja (Kepala BBPJN Sumut), Rahmad Parulian, Munson Ponter Paulus Hutauruk, T. Rahmatsyah Putra, Manaek Manalu, Faisal dan Heri Handoko. Satu lagi Dicky Erlangga mangkir dan dijadwalkan ulang Senin 26 Oktober.
Ini bukan kasus kecil. Plt Direktur Penyidikan KPK Ahmad Taufik Husein ungkap modus fee berjenjang: Kepala BBPJN & Kasatker 4%, PPK 1-1,5%, Bendahara & Pokja 0,5%. Uang haramnya Rp270 juta hingga Rp3,49 miliar per orang, dibayar tunai dan transfer.
Yang bikin tajam: *Anggaran Misterius*. Proyek Sipiongot-Batas Labuhan Batu dan Sipiongot-Hutaimbaru di Padang Lawas Utara tidak ada di APBD murni 2025. Uangnya muncul lewat pergeseran anggaran hingga 6 kali via Peraturan Gubernur senilai Rp165 miliar hingga Rp231 miliar.
Fakta persidangan Tipikor Medan, mantan Kadis PUPR Topan Obaja Ginting ngaku sudah lapor ke Gubernur Bobby Nasution karena proyek ini bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat.
KPK tegas: “Nah itu akan nanti didalami di proses penyidikan yang saat ini berjalan,” kata Taufik saat ditanya peluang periksa Gubernur Sumut Bobby Nasution. KPK juga membuka peluang telusuri aliran dana ke pejabat KemenPU pusat. 2272
Catatan Redaksi: Hingga berita ini rilis, Bobby Nasution belum ditetapkan sebagai tersangka. Semua pihak masih berasaskan praduga tak bersalah.(BA)




