
Infoombbsiberindonesia.com-Provinsi sulawesi Selatan Kabupaten WAJO – Respons cepat ditunjukkan Komisi II DPRD Kabupaten Wajo terhadap keluhan masyarakat terkait kondisi Pasar Atapange, Kecamatan Majauleng. Dipimpin Anggota Komisi II DPRD Wajo, Herman Arief, rombongan turun langsung meninjau kondisi pasar pada Kamis (11/06/2026).
Peninjauan dilakukan setelah berbagai keluhan masyarakat dan pemberitaan media menyoroti kondisi jalan di dalam pasar yang becek, berlumpur, serta tergenang air saat musim hujan. Kondisi tersebut dinilai mengganggu aktivitas pedagang maupun pengunjung pasar.
Dalam kunjungan tersebut, Herman Arief menyusuri sejumlah lorong pasar dan berdialog langsung dengan para pedagang. Ia mendengarkan berbagai aspirasi masyarakat sekaligus melihat secara langsung kondisi infrastruktur yang selama ini dikeluhkan.
“Sebagai wakil rakyat, kami wajib hadir melihat langsung kondisi yang dirasakan masyarakat. Apa yang menjadi kebutuhan rakyat harus menjadi perhatian pemerintah. Perbaikan Pasar Atapange akan kami perjuangkan agar mendapat perhatian dalam pembahasan anggaran bersama pemerintah daerah,” ujar Herman Arief.
Politisi Partai Gerindra itu menegaskan bahwa pasar merupakan salah satu pusat perputaran ekonomi masyarakat yang harus mendapatkan fasilitas yang layak. Menurutnya, kondisi jalan yang becek tidak hanya menghambat aktivitas perdagangan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengunjung.
Langkah cepat Komisi II DPRD Wajo mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Bupati LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Wajo, Abrar Mattalioe, menilai kehadiran langsung Herman Arief di lokasi merupakan bukti nyata kepedulian wakil rakyat terhadap persoalan masyarakat.
“Kami mengapresiasi langkah cepat Komisi II DPRD Wajo, khususnya Pak Herman Arief yang langsung turun ke lapangan setelah menerima informasi dan keluhan masyarakat. Ini menunjukkan adanya kepedulian dan keseriusan untuk memperjuangkan kebutuhan rakyat,” kata Abrar.
Herman Arief juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perbaikan infrastruktur pasar agar dapat direalisasikan melalui APBD. Ia berharap Pasar Atapange dapat menjadi pasar yang lebih nyaman, bersih, dan representatif bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan uang rakyat benar-benar kembali kepada rakyat dalam bentuk pembangunan yang dirasakan manfaatnya. Pasar yang nyaman akan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan pedagang,” tegasnya.
Komisi II DPRD Wajo berencana segera melakukan koordinasi dan rapat kerja dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait guna mendorong percepatan penanganan infrastruktur Pasar Atapange sehingga dapat segera direalisasikan. (Tim)



