Kamis, Mei 7, 2026
No menu items!
Google search engine
BerandaNasional*Bersama Senator Bahar Buasan, KI Pusat Evaluasi Kinerja dan Fasilitas KI Babel*

*Bersama Senator Bahar Buasan, KI Pusat Evaluasi Kinerja dan Fasilitas KI Babel*

Infoombbsiberindonesia com.
PANGKALPINANG — Komitmen terhadap keterbukaan informasi publik kembali ditegaskan melalui kunjungan kerja Ketua Komisi Informasi Pusat, Donny Yoesgiantoro, ke Komisi Informasi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (KI Babel), Rabu (6/5/2026). Kunjungan tersebut turut didampingi oleh Bahar Buasan, yang merupakan anggota DPD RI daerah pemilihan Bangka Belitung.

Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian kunjungan kerja KI Pusat di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang akan mengisi  kegiatan kuliah umum di Universitas Bangka Belitung (UBB).

Kehadiran rombongan KI Pusat disambut langsung oleh Ketua KI Babel Ita Rosita, didampingi Wakil Ketua Rikky Fermana, para komisioner, tenaga ahli, staf, serta mahasiswa magang.

Namun kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Dalam suasana diskusi yang berlangsung terbuka dan konstruktif, persoalan mendasar justru mengemuka: keterbatasan sarana dan prasarana yang masih membayangi kinerja KI Babel.

Ketua KI Pusat, Donny Yoesgiantoro, secara lugas menyoroti kondisi tersebut. Ia menilai bahwa fasilitas yang ada saat ini belum mampu sepenuhnya mendukung optimalisasi tugas dan fungsi Komisi Informasi sebagai garda depan dalam menjaga transparansi publik.

“Secara umum, sarana dan prasarana yang dimiliki KI Babel masih belum maksimal. Padahal, lembaga ini memiliki peran strategis dalam memastikan keterbukaan informasi berjalan sesuai amanat undang-undang,” tegas Donny.

Pernyataan itu bukan tanpa dasar. Dalam praktiknya, Komisi Informasi tidak hanya berfungsi sebagai mediator sengketa informasi, tetapi juga sebagai pengawal budaya transparansi di tengah masyarakat dan institusi publik.

Tanpa dukungan fasilitas yang memadai, efektivitas peran tersebut berpotensi terhambat.

Menanggapi hal itu, Ketua KI Babel, Ita Rosita, tidak menampik realitas yang dihadapi lembaganya.

Ia bahkan secara terbuka mengakui bahwa kebutuhan akan peningkatan fasilitas menjadi salah satu tantangan utama yang selama ini dihadapi.

“Kami sangat berterima kasih atas kunjungan Ketua KI Pusat. Apa yang disampaikan menjadi catatan penting bagi kami. Memang benar, untuk menunjang kinerja yang optimal, KI Babel masih membutuhkan banyak item pendukung agar tercipta lingkungan kerja yang layak dan profesional,” ujar Ita.

Menurutnya, keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat jajaran KI Babel dalam menjalankan tugas.

Namun, ia menegaskan bahwa komitmen terhadap keterbukaan informasi harus diimbangi dengan dukungan nyata, baik dari sisi anggaran maupun kebijakan.

Di sisi lain, kehadiran Bahar Buasan sebagai senator Babel juga memberi dimensi politik dalam kunjungan ini.

Sebagai representasi daerah di tingkat nasional, peran DPD RI dinilai penting dalam mendorong perhatian pusat terhadap kebutuhan lembaga-lembaga daerah, termasuk KI.

Diskusi yang berlangsung tidak hanya menyoroti persoalan teknis, tetapi juga mengarah pada pentingnya sinergi antar lembaga.

Kolaborasi antara KI Pusat dan KI daerah dinilai menjadi kunci dalam memperkuat sistem keterbukaan informasi yang merata di seluruh Indonesia.

Kunjungan ini pun diharapkan menjadi momentum evaluasi sekaligus dorongan konkret bagi peningkatan kapasitas KI Babel. Tidak hanya dalam aspek fasilitas, tetapi juga dalam penguatan kelembagaan dan kualitas pelayanan informasi publik.

Lebih jauh, langkah ini mencerminkan bahwa transparansi bukan sekadar slogan, melainkan sebuah sistem yang harus dibangun secara serius dan berkelanjutan.

Tanpa dukungan infrastruktur yang memadai, cita-cita mewujudkan pemerintahan yang terbuka dan akuntabel akan sulit tercapai.

Di tengah tuntutan masyarakat akan informasi yang cepat, akurat, dan terbuka, keberadaan Komisi Informasi menjadi semakin relevan.

Oleh karena itu, perhatian terhadap kondisi riil di daerah seperti Babel menjadi hal yang tidak bisa diabaikan.

Kunjungan Ketua KI Pusat ini setidaknya membuka ruang dialog yang lebih jujur dan solutif. Sebuah langkah awal yang diharapkan tidak berhenti pada wacana, tetapi berlanjut pada tindakan nyata demi memperkuat fondasi keterbukaan informasi di Bangka Belitung.

(Didi/M.Taufik/KBO Babel)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -spot_imgspot_img
- Advertisment -spot_img

Most Popular

Recent Comments