
Infoombbsiberindonesia com
MENTOK, BANGKA BARAT — Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bangka Barat, Teni Wahyuni, S.E., menegaskan pentingnya transformasi pembelajaran digital yang tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga tetap menempatkan manusia sebagai inti pendidikan.
Hal itu disampaikannya dalam webinar “Pembelajaran Digital” yang digelar secara daring, Selasa (5/5/2026), diikuti para guru se-Kabupaten Bangka Barat dalam rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026.
“Transformasi pendidikan saat ini sedang berlangsung sangat cepat. Teknologi telah mengubah cara kita belajar, cara kita mengajar, bahkan cara peserta didik kita memahami dunia,” kata Teni.
Namun demikian, ia menekankan bahwa digitalisasi tidak boleh dimaknai sekadar penggunaan perangkat atau aplikasi. Menurutnya, keberhasilan pembelajaran tetap ditentukan oleh peran guru dalam mengelola proses belajar secara bermakna.
“Yang terpenting bukan hanya pada teknologinya, melainkan bagaimana kita sebagai guru mampu menggunakannya untuk menciptakan pembelajaran yang bermakna, membangun karakter dan mendorong kreativitas peserta didik,” ujarnya.
Teni menyebut, di tengah perubahan yang cepat, guru menjadi faktor kunci dalam menentukan arah pendidikan. Karena itu, ia mendorong para pendidik untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
“Saya mengajak Bapak/Ibu semua untuk tidak ragu belajar hal baru. Jangan takut mencoba. Karena guru yang hebat bukanlah yang paling tahu, tetapi yang terus mau belajar,” tegasnya.
Ia menilai, perubahan dalam dunia pendidikan tidak bisa dihindari, tetapi harus dihadapi dengan kesiapan dan kemauan untuk berkembang.
Di sisi lain, Teni juga mengakui bahwa implementasi pembelajaran digital masih menghadapi sejumlah tantangan. Mulai dari keterbatasan fasilitas hingga kesiapan sumber daya manusia yang belum merata.
Meski begitu, ia optimistis tantangan tersebut dapat diatasi secara bertahap melalui peningkatan kompetensi guru.
“Melalui kegiatan ini, saya berharap Bapak/Ibu dapat meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, serta membawa perubahan nyata dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing,” katanya.
Webinar ini turut menghadirkan narasumber praktisi pendidikan, yakni Suwito dari SMP Santa Maria Mentok dan Syarif Firdaus dari SD Negeri 22 Kelapa, yang berbagi pengalaman terkait pemanfaatan media digital dalam pembelajaran.
Di akhir sambutannya, Teni mengingatkan bahwa pendidikan tidak hanya bertujuan mencerdaskan secara akademik, tetapi juga membentuk karakter peserta didik.
Ia menutup dengan pantun yang menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi secara bijak.
Dari tanjung kalian ke air gegas,
Angin sepoi menyejuk rasa.
Teknologi dimanfaatkan dengan cerdas,
Membentuk generasi berilmu dan berakhlak mulia.
Menurut Teni, teknologi harus menjadi sarana untuk memperkuat nilai-nilai pendidikan, bukan menggantikannya.
“Pendidikan tidak boleh tertinggal. Guru tidak boleh berhenti belajar. Masa depan harus disambut dengan kesiapan,” ujarnya.
Dengan pendekatan tersebut, Teni Wahyuni menegaskan komitmennya mendorong pendidikan di Bangka Barat agar mampu beradaptasi di era digital, tanpa kehilangan esensi sebagai proses memanusiakan manusia.
Didi/Belva KBO babel.



